Kerangka Teknis

Kerangka Acuan Pelaksanaan Teknis

Implementasi FOSS di jogjakarta, secara teknis dilakukan melalui tahapan dan strategi berikut ini:

    1. Assesment

      1. Melakukan pendataan mengenai kondisi terkini komputer yang akan dimigrasi, baik mengenai spesifikasi perangkat, perangkat keras penunjang lain, maupun data-data yang terdapat daalam perangkat tersebut.

    2. Backup

      1. Melakukan langkah-langkah penggandaan data-data penting yang bertujuan demi keamanan data dan kelancaran proses migrasi, serta mengembalikan data-data tersebut secara utuh setelah proses migrasi selesai.

    3. Migrasi

      1. Memasang perangkat lunak berbasis FOSS pada komputer dengan mengutamakan prinsip kesesuaian perangkat dan kebutuhan penggunaan.

    4. Pendampingan

      1. Melakukuan asistensi kepada helpdesk lokal dan atau staf SKPD pasca migrasi. Pendampingan yang dilakukan harus mampu menjamin kelancaran penggunaan perangkat lunak berbasis FOSS pasca migrasi. Pendampingan dilakukan dengan prinsip:

      2. Aktif, tanpa harus menunggu munculnya kendala

        1. knowledge sharing, adanya transfer pengetahuan dan kemampuan dari tim pendamping kepada helpdesk lokal

        2. menumbuhkan minat partisipasif dari helpdesk lokal dengan pendekatan learning by doing

        3. Menciptakan hubungan kerjasama yang baik pada setiap pihak

    5. Pembentukan helpdesk lokal

      1. Pembentukan helpdesk di masing-masing SKPD yang dilakukan bersamaan dengan proses pendampingan dengan tujuan menciptakan tenaga yang mampu memberikan solusi secara cepat apabila terjadi kendala di masing-masing SKPD tersebut dalam menggunakan perangkat lunak berbasis FOSS.

    6. Pertemuan rutin

      1. Pertemuan antar SKPD di bawah koordinasi Pemkot. Dilakukan dengan tujuan menumbuhkan kesepemahaman antara setiap pihak sebelum melakukan migrasi pada kantor SKPD.

    1. Pengawasan

      1. Pengawasan pada hakikatnya merupakan tindakan membandingkan antara hasil dalam kenyataan dengan hasil yang diinginkan. Hal ini disebabkan karena antara kedua hal tersebut sering terjadi penyimpangan – penyimpangan, maka tugas pengawasan adalah melakukan koreksi atas penyimpangan – penyimpangan tersebut. Namun demikian, pengawasan tidak hanya melihat sesuatu dengan seksama dan melaporkan hasil kegiatan mengawasi, tetapi juga mengandung arti memperbaiki dan meluruskannya sehingga mencapai tujuan yang sesuai dengan apa yang direncanakanya. Proses migrasi di Pemkot Jogja perlu adanya suatu mekanisme pengawasan dan pendampingan secara teknis.

    1. Laporan

Sebagai pelaksana kegiatan, maka Tim Pelaksana berkewajiban untuk menyusun laporan-laporan sebagai berikut:

1. laporan aktivitas harian

2. Laporan assesment

      1. Laporan assesment ini berisi tentang spesifikasi komputer, perangkat pendukung, serta kebutuhan aplikasi.

3. Laporan Migrasi

      1. Berisi tentang rekomendasi sistem operasi, proses migrasi, serta kendala-kendala yang terjadi pada saat proses pemasangan perangkat lunak berbasis FOSS sekaligus solusi terhadap kendala-kendala tersebut..

3. Laporan Pendampingan

      1. Laporan pendampingan berisi tentang hal-hal yang dialami oleh para pengguna perangkat lunak FOSS, bukan saja mengenai kendala akan tetapi juga kemajuan-kemajuan yang dicapai pasca dilakukannya migrasi.

4. Laporan Pencapaian Program Berkala

Kompilasi laporan harian yg disusun secara berkala.

5. Laporan Akhir

Laporan akhir kegiatan mencakup:

      1. laporan narasi kegiatan dari awal hingga akhir kegiatan,

      2. data jumlah kantor yang telah dimigrasi

      3. data jumlah komputer di masing-masing kantor tersebut

      4. data-data penunjang lainnya

    1. Laporan Keuangan Program

    2. Laporan keuangan program adalah rekapitulasi penggunaan dana sesuai dengan pos-pos anggaran yang telah ditentukan yang disertai dengan bukti-bukti pengeluaran.

Leave a Reply