FOSS

A. Apa itu piranti lunak bebas dan sumber terbuka (FOSS) ?

FOSS merupakan lisensi bebas, pengguna berhak menggunakan, menyalin, mempelajari, mengubah, dan memperbaiki desain melalui kode sumber yang dibuka.

B. Bagaimana itu konsep FOSS?

Free Open Source Software (FOSS) dalam konteks piranti lunak bebas dan sumber terbuka kata “bebas” atau “free” mengacu pada kebebasan menyalin dan menggunakan kembali sebuah piranti lunak. Kata “Free” bukan merujuk pada harga piranti lunak. The Free Software Foundation, menunjukan pada publik untuk memahami konsep ini, orang harus “berfikir bebas seperti kebebasan berbicara, bukan seperti konsep bir gratis”.

C. Kenapa menggunakan FOSS?
Selain biaya rendah, ada banyak alasan lain mengapa organisasi publik/swasta secara agresif mengadopsi FOSS, antara lain:

1. Keamanan dan Kehandalan
Tiga alasan yang sering dikutip bahwa sistem FOSS lebih unggul daripada sistem berbayar terkait keamanan.

a. Ketersediaan kode sumber

Ketersediaan kode sumber untuk sistem FOSS telah membuat lebih mudah bagi pengembang dan pengguna untuk menemukan dan memperbaiki kelemahan, sebelum kelemahan dieksploitasi. FOSS menggunakan sistem audit yang proaktif (mencari kelemahan) bukan reaktif (menunggu laporan kelemahan). Berbeda dengan piranti lunak berbayar, di mana sumber kode tertutup dan perbaikan celah keamanan hanya dilakukan industri pembuat secara reaktif.

b. Lebih fokus kepada keamanan

Sebagian besar yang ada dalam internet menggunakan FOSS. Sebelum fitur ditambahkan ke aplikasi FOSS utama, pertimbangan fitur keamanan sangat diperhitungkan dan ditambahkan terlebih dahulu ke sistem tanpa kompromi.

c. Hak akses dan sistem hirarki

Sistem FOSS sebagian besar didasarkan pada sistem multi-user atau banyak pengguna dalam satu waktu. Karena ini, sistem FOSS dibangun dengan struktur izin pengguna dan keamanan yang kuat. Model seperti ini sangat penting ketika beberapa pengguna menggunakan sebuah sistem tunggal seperti server. Sehingga celah pencurian data mejadi sangat kecil.

2. Standar terbuka dan vendor independence
Standar terbuka memberikan keleluasaan dan kebebasan untuk beralih antara paket piranti lunak yang berbeda, platform dan vendor bagi pengguna baik individu atau pemerintah. Sementara standardisasi vendor berbayar (propiertary) adalah mengunci pengguna agar hanya menggunakan satu vendor.

D. Apa manfaat FOSS bagi negara/pemerintahan?
Sebagai sebuah bangsa, Indonesia masih dikenal dengan karakter keragaman dan kemandirian. Maka menggunakan FOSS akan memberikan manfaat sebagai berikut:

1. Mengurangi ketergantungan pada impor perangkat lunak

Keuntungan utama bagi negara berkembang seperti Indonesia untuk mengadopsi sistem FOSS adalah mengurangi biaya yang sangat besar dari lisensi piranti lunak berbayar. Mayoritas piranti lunak berbayar di negara berkembang adalah impor, belanja software akan menguras cadangan devisa negara. Jika sudah ada sistem FOSS, bukankah cadangan devisa lebih baik dihabiskan untuk tujuan pembangunan di sektor lainnya. Biaya untuk perusahaan-perusahaan multinasional tidak perlu dikeluarkan, karena hanya dibutuhkan dana penyesuaian sistem FOSS ke dalam sistem pemerintahan.

2. Pengembangan piranti lunak lokal

Ada korelasi positif antara pertumbuhan pengembangan berbasis FOSS dengan kapasitas inovasi piranti lunak. FOSS mudah dan dapat digunakan sebagai bahan belajar dengan ketersediaannya kode sumber. Tidak hanya itu, namun tidak ada pembatasan paten dan hak cipta.

FOSS dapat menjadi sistem pelatihan yang sangat baik karena bersifat terbuka dan kolaboratif. FOSS memungkinkan semua orang untuk bersama-sama, berkolaborasi mempelajari dan bereksperimen dengan konsep piranti lunak dengan bebas. Kondisi semacam inilah yang membuat banyak anak Indonesia mampu berkarya mengembangkan perangkat lunak melalui semangat FOSS.

3. Pelokalan dan Internasionalisasi

“FOSS membuka peluang mengembangkan sebuah produk perangkat lunak dan membuatnya tersedia dalam bahasa serta budaya yang sesuai dengan target lokal di mana produk tersebut akan digunakan.”

Pelokalan merupakan salah satu faktor penyebab FOSS berkembang pesat. Pengguna dapat mengubah FOSS agar sesuai dengan kebutuhan yang unik dari suatu wilayah budaya tertentu, terlepas dari bahasan ekonomi. Diperlukan kemampuan teknis dalam jumlah kecil untuk mengembangkan versi lokal dari FOSS.

“Produk bahasa dan budaya lokal dapat menjadi aset yang sangat berharga bagi pengembangan FOSS secara global, inilah mengapa semangat FOSS sangat sesuai dengan ungkapan berfikir lokal, berdampak global.”

Leave a Reply